Kamis, 09 July 2020
  • (0473) 21001
  • info@luwuutarakab.go.id

Sekretaris Komisi II DPRD Lutra meninjau luapan air sungai Masamba

Sekretaris Komisi II DPRD Lutra meninjau luapan air sungai Masamba H. Muh. Azhal Arifin bersama Kadis PUPR Luwu Utara Ir. Suaib Mansur saat meninjau luapan sungai masamba. Jumat, 26/06/2020

Masamba, Jumat 26/06/2020 Anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara, H. Muh. Azhal Arifin, melakukan peninjauan lokasi luapan sungai masamba di Taman Sulikan, Keluran Bone, Kecamatan Masamba. Hal ini dilakukan karena beberapa hari lalu, bahkan sampai hari ini curah hujan masih cukup deras mengguyur wilayah luwu utara, sehingga mengakibatkan beberapa sungai meluap hingga menggenangi pemukiman dan lahan perkebunan masyarakat. 

"tadi pagi kebetulan saya mau ke kantor dan melintas di Jembatan masamba dan melihat debit air yang besar, sehingga saya putar arah ke taman sulikan ini, ternyata ada juga Kadis PUPR" kata Sekretatis Komisi II ini.

Ditambahkan bahwa dirinya sangat mengapresisasi langkah penanganan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu melalui Dinas PUPR, saat ini sudah mengerahkan dua eskavator, untuk melakukan normalisasi dan pengerukan sedimen yang mengakibatkan pendangkalan sungai. Bahkan kemarin bersama masyarakat dan unsur TNI, Polri juga telah membuat tanggul sementara dari karung goni yang diisi pasir. 

"atas nama lembaga DPRD Luwu Utara, kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah, kami juga siap mengawal dan memberi dukungan kepada pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir ini." ungkapnya.

Melansir Portal Resmi pemerintah daerah Luwu Utara (Luwuutarakab.go.id) diberitakan bahwa, Kepala Dinas PUPR, Suaib Mansur mengatakan, penanganan banjir di sungai Masamba akan dilakukan beberapa tahap, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Untuk saat ini telah dilakukan normalisasi sungai dengan mengerahkan dua alat berat guna mengeruk sedimen yang terbawa arus. Sementara untuk penanganan jangka panjang, akan dilakukan perkuatan tebing yang akan menjadi prioritas, seperti pembangunan proteksi talud dan pembuatan bronjong di bantaran sungai.